Sabtu, 05 Desember 2020 |
News Room - Politik

Bawaslu Sebut Birokrasi Cenderung Tidak Netral di Pilkada

Sabtu, 26 Nov 2016 | 07:07 WIB Dibaca: 1033 Pengunjung

Ketua Bawaslu RI, Muhammad (kiri) menjadi narasumber dalam acara Rapat Koordinasi Stakeholder Pengawasan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 di Hotel Marbela Anyer, Jumat (25/11/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengungkapkan, dalam setiap pelaksanaan Pilkada, birokrasi cenderung tidak netral atau memihak. Solidaritas antara kepala daerah petahana atau kandidat yang berasal dari birokrat menjadi salah satu faktor.

Demikian hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu RI, Muhammad saat menjadi narasumber pada acara Rapat Koordinasi Stakeholder Pengawasan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 di Hotel Marbela Anyer, Jumat (25/11/2016).

“Kepemimpinan birokrasi dalam pemilu cenderung bersifat transaksional. Artinya, kepemimpinan sebagai sebuah pertukaran untuk mendapat kepatuhan,” kata Muhammad.

Ia mengungkapkan, pola solidaritas antara kepala daerah petahana atau kandidat yang berasal dari birokrat dengan instansi yang dipimpinnya, merupakan celah ketidaknetralan.

“Inilah yang menyebabkan penyalahgunaan kewenangan sulit ditelusuri dan dideteksi,” ujarnya.

Selain itu, Muhammad juga menyoroti soal politik uang serta pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. Selain itu, rendahnya partisipasi, DPT yang masih menjadi persoalan serta sengketa pemilu menjadi bagian yang melekat pada proses pemilu, termasuk pemilihan kepala daerah.

“Banten menjadi salah satu daerah rawan konflik dan ‘sarang kejahatan’ pada pelaksanaan pilkada,” ucap Muhammad. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bawaslu Sebut Birokrasi Cenderung Tidak Netral di Pilkada
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top