Kamis, 19 Juli 2018 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Bawaslu Diminta Tegas Menindak Keterlibatan ASN di Pilkada Banten

Kamis, 19 Jan 2017 | 22:35 WIB Dibaca: 844 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten diminta tegas menindak keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) pada Pilkada Banten 2017. Bawaslu juga diminta pro-aktif untuk memantau upaya kampanye calon yang memanfaatkan program kerja di pemerintahan.

Hal tersebut diungkapkan tim Advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten nomor urut 1, Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang kembali menemukan dugaan keberpihakan birokrasi terhadap calon petahana Gubernur Banten Rano Karno.

“Lagi-lagi, kita menemukan dugaan keterlibatan ASN, standing banner yang masih memasang foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten, padahal Rano sudah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur Banten,” kata Tim Advokasi WH-Andika, Ferry Renaldy saat memberikan laporan di Kantor Bawaslu Banten, Kamis (19/1/2017).

Laporan yang disampaikan ke Bawaslu Banten kali ini adalah keberadaan foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten pada media sosialisasi berupa standing banner di Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten.

Ferry mengatakan, seharusnya SKPD tersebut tidak perlu lagi memasang foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten, karena yang bersangkutan sudah mantan Gubernur Banten. “Cukup menggunakan foto pejabat Gubernur Banten, Nata Irawan atau Sekda Banten, Ranta Soeharta,” ujarnya.

Pihak yang dilaporkan terkait hal ini, kata Ferry adalah Pj Gubernur Banten Nata Irawan, Sekda Banten Ranta Soeharta dan Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso. “Mereka ini kan para pimpinan, paling tertinggi, seharusnya bisa lebih mengingatkan atau membina ASN untuk tidak melakukan pelanggaran,” ucap Ferry.

Ia mengungkapkan, dari sekian banyak laporan yang dilakukan oleh tim advokasi WH-Andika, didominasi oleh dugaan keterlibatan dan keberpihakan ASN terhadap calon petahana Gubernur Banten Rano Karno.

“Kami ingin Bawaslu lebih tegas, termasuk melakukan pengawasan, baik secara langsung atau pengawasan lewat medsos, karena kemarin pun kita juga melaporkan ada dua akun facebook atas nama dinas di Pemprov Banten yang foto profil dan foto berandanya memasang foto Rano Karno. Kita ingin Pilkada Banten 2017 ini bersih, jujur dan berkualitas,” tuturnya.

Pada bagian lain, Ferry berharap Plt Gubernur Banten Nata Irawan dan Sekda Banten Ranta Soeharta dapat memberikan teguran terhadap ASN yang ikut berpolitik praktis. “Pj Gubernur dan Sekda Banten juga bisa memberikan peringatan agar seluruh ASN di Pemprov netral, ini enggak main-main," ujarnya.

Dinas Sosial dan Distanak

Sebelumnya, tim advokasi WH-Andika melaporkan dua akun media sosial Facebook yang mengatasnamakan Dinsos dan Distanak Provinsi Banten. Kedua akun facebook itu dipersoalkan ke Bawaslu Banten, karena memuat foto Rano Karno sebagai Gubernur Banten.

“Ini indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur sipil negara (ASN) di tingkat Provinsi Banten, karena dalam Peraturan KPU nomor 12 tahun 2016 dan Undang-undang nomor 10 tahun 2016 jelas menyebutkan, pejabat negara tidak boleh melakukan suatu tindakan yang bisa menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon peserta Pilkada,” ujarnya.

Ferry mengungkapkan, Dari 56 kasus yang dilaporkan tim WH-Andika ke Bawaslu, kurang lebih ada 30 laporan yang berkaitan dengan dugaan keberpihakan ASN kepada pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

“Kami merasa dirugikan apalia ada gerakan yang terstruktur, sistematis dan masif dari ASN yang mendukung dan mengarahkan masyarakat untuk memilih paslon nomor dua, karena paslon nomor dua itu kan petahana,” terangnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bawaslu Diminta Tegas Menindak Keterlibatan ASN di Pilkada Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top