Rabu, 18 September 2019 |
Kesehatan - News Gallery

Batuk Terus Berkepanjangan, Ternyata Orang-Orang Ini Kena Kanker Paru

Minggu, 11 Des 2016 | 06:32 WIB Dibaca: 1031 Pengunjung

Foto Ilustrasi

[NEWSmedia] - Saat itu usianya baru 26 tahun ketika Ashley Rivas mengaku mulai mudah lelah. Beberapa tahun kemudian, ia terus-menerus batuk dan mengi.

Dokter mengira Ashley terserang asma yang dipicu oleh kebiasaannya berolahraga. Bobotnya juga turun, dan beberapa kali demam dan mengalami pneumonia atau radang paru-paru.

Tetapi ia tak pernah mengira jika itu adalah gejala kanker hingga hasil tes dengan sinar X mengatakan demikian. Ada sebuah benjolan di paru-paru kanannya, yang ternyata tumor jinak.

Ashley semakin kebingungan karena ia tak pernah menyentuh rokok seumur hidupnya. Setelah tahu, ia pun bergabung dalam kampanye yang dilakukan American Lung Association, bertajuk Lung Force.

"Saya ingin orang tahu bahwa kanker paru bisa terjadi pada siapapun, meski kebanyakan dari pasien kanker paru punya riwayat konsumsi rokok," ujarnya seperti yang dilaporkan dth.

Meski begitu, Andrea McKee, MD dari asosiasi tersebut menegaskan, 15 persen pasien kanker paru tidak mempunyai riwayat ini, dan usianya masih terlalu muda saat didiagnosis.

Faktor risiko lainnya antara riwayat kanker dalam keluarga atau paparan polutan di udara seperti arsenik, asbestos, radon hingga asap pembakaran mesin diesel.

Namun McKee memastikan, penyakit ini dapat diobati jika didiagnosis sejak dini. Begitu pula dengan Ashley. Tumornya terangkat di tahun 2013 dan kini ia bisa hidup normal.

Ironisnya, hanya 16 persen kasus kanker paru yang ketahuan di stadium awal. Kebanyakan karena pasien terdiagnosis belakangan, ketika tumornya terlanjur tumbuh begitu besar lalu 'mendesak' saluran pernapasan dan memicu gangguan pernapasan.

Inilah yang terjadi pada pasien lain, Marlo Palacia di tahun 2013 silam. Wanita ini tiba-tiba saja terserang batuk yang tidak biasa. "Saat batuk saya merasa seperti kehabisan napas atau tersedak," kisahnya.

Batuk ini juga tak kunjung reda hingga enam minggu kemudian. Begitu diperiksakan, dokter mendiagnosis wanita 39 tahun yang juga bukan perokok itu dengan kanker paru stadium 4.

Frida Orozco juga merasakan hal serupa. Ia terdiagnosis dengan kanker paru stadium 2 di akhir usia 20-an, atau beberapa bulan setelah mengalami batuk kering.

"Tiap kali batuk, terasa nyeri di bagian bawah tulang rusuk saya, serta di sisi kiri dada saya," tuturnya.

Ketika akhirnya Frida mengalami demam, sakit kepala dan pening, ia pun memutuskan ke dokter dan hasil sinar X memperlihatkan adanya massa di dalam paru-parunya.

McKee pun mengingatkan agar siapapun yang batuk tak sembuh-sembuh untuk segera memeriksakan diri. "Karena batuk itu harusnya tak lebih dari 2-3 pekan saja," imbuhnya.

Dalam studi yang dilakukan di Inggris beberapa waktu lalu juga dikatakan, beberapa jenis keluhan yang kerap disepelekan adalah napas terasa pendek dan terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari yang sebetulnya biasa saja, serta batuk yang berlangsung selama beberapa minggu tetapi tidak kunjung sembuh meski sudah diobati.

Meski sepele, keduanya bisa jadi pertanda kuat adanya penyakit pada paru maupun jantung. [dth]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Batuk Terus Berkepanjangan, Ternyata Orang-Orang Ini Kena Kanker Paru

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top