Sabtu, 08 Mei 2021 |
News Room

Barang Bukti untuk Menerobos Pagar Tol Tangerang-Merak Dimusnahkan

Kamis, 15 Mar 2018 | 20:31 WIB Dibaca: 682 Pengunjung

Pemusnahan barang bukti yang digunakan untuk menerobos pagar pembatas jalan tol di KM 57 Tol Tangerang-Merak, Kamis (15/3/2018).*

TANGERANG, [NEWSmedia] - ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) melakukan penertiban terhadap barang bukti yang digunakan untuk menerobos pagar pembatas kawasan jalan tol di KM 57 Tol Tangerang-Merak, Kamis (15/3/2018).

Kepala Divisi Hukum & Humas ASTRA Tol Tamer, Indah Permanasari mengatakan, kegiatan tersebut selain bagian dari Operasi Keselamatan yang dilaksanakan sejak tanggal 5 sampai 28 Maret 2018 juga merupakan aksi lanjutan dari komitmen bersama beberapa instansi terkait.

"Hal ini dilakukan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di sepanjang Ruas Jalan Tol Tangerang-Merak," kata indah melalui siaran pers yang diterima NEWSmedia.

Ia menuturkan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol menyebutkan, penggunaan jalur lalu lintas jalan tol tidak digunakan untuk berhenti, untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan atau barang dan atau hewan.

"Penegakan peraturan ini juga selaras dengan Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan pada Pasal 56 yang mengatur bahwa setiap orang dilarang memasuki jalan tol, kecuali pengguna jalan tol dan petugas jalan tol. Bahkan, dalam  Pasal 63 Ayat (2) secara tegas diatur bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta Rupiah)" tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandalasakti, Ega N Boga mengatakan, maraknya oknum yang menerobos pembatas jalan raya, disebabkan keterbatasan moda transportasi dan juga pemahaman masyarakat terhadap fungsi jalan tol masih kurang.

“Berkembangnya industri di sekitar Tol Tangerang-Merak saat ini tidak semuanya dilengkapi dengan ketersediaan transportasi yang menjadikan alasan mereka memilih jalan pintas dengan naik dan turun di jalan tol," kata Ega.

Ia juga menegaskan, untuk mencegah hal tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa hal, seperti membangun pagar batu kali, Double British Reinforced Concrete (BRC), Village Visit ke sejumlah desa yang berada di sekitar wilayah Tol Tangerang-Merak, sosialisasi langsung kepada masyarakat dan pedagang asongan, serta penertiban dan penilangan oleh PJR kepada sejumlah bus yang kerap menaikkan dan menurunkan penumpang di sepanjang Tol Tangerang-Merak.

"Hal ini juga disebabkan karena pemahaman masyarakat yang masih kurang terhadap peraturan-peraturan yang berlaku di jalan tol," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Barang Bukti untuk Menerobos Pagar Tol Tangerang-Merak Dimusnahkan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top