Jumat, 05 Juni 2020 |
News Room

Banjir dan Sampah Jadi Sorotan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang

Sabtu, 10 Mar 2018 | 15:51 WIB Dibaca: 584 Pengunjung

Moment foto bersama narasumber Diskusi Panel di Kampus Unbaja, Sabtu (10/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Periode 2018-2023 menyoroti persoalan sampah dan banjir saat Diskusi Panel Strategi Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan di Kota Serang di Kampus Universitas Banten Jaya (Unbaja) Sabtu, (10/3/2018).

Calon Wali Kota Serang nomor urut tiga, Syafrudin mengatakan, persoalan banjir di Kota Serang terjadi lantaran adanya air dari dataran tinggi dari jalan Tol Jakarta-Merak yang masuk ke permukiman warga.

"Harus dibuat kanal dari terminal Pakupatan ke kali Cibanten, kemudian saluran-saluran kecil disalurkan ke kanal itu, sehingga drainase lancar dan saya yakin itu tidak ada banjir," kata Syafrudin kepada awak media.

Ia menuturkan, persoalan sampah terjadi lantaran sumber daya manusia (SDM) dan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kota Serang yang kurang memadai.

"SDM kurang memadai, mobil pengangkut kurang memadai sehingga daya angkut armada yang dikira serbaguna tidak bisa mengangkut sepenuhnya, SDM kalau memadai, sedikit demi sedikit bersih," tuturnya.

Di tempat yang sama, Calon Wakil Wali Kota Serang nomor urut dua, Rohman mengaku, persoalan sampah adalah persoalan yang sangat mendasar, sebab menurutnya, belum ada manajemen pengelolaan  e sampah yang terukur, terintegrasi dan komprehensif dari Pemerintah Kota Serang.

"Artinya, belum ada manajemen pengelolaan sampah yang terukur, terintegrasi dan komprehensif dari Pemkot Serang, sehingga ini menjadi PR bagi kami agar segera diselesaikan," kata Rohman.

Ia juga menjelaskan, terkait dengan penanganan banjir, hal tersebut terjadi lantaran drainase yang ada di Kota Serang tidak terawat bahkan terkesan acak-acakan dan tidak terintegrasi antara jalan nasional, rovinsi dan jalan kota.

"Kita lihat setiap pembangunan jalan di Kota Serang tidak ada yang memikirkan drainasenya, ini yang mengakibatkan langsung kepada masyarakat, banjir contohnya," jelasnya.

Ia menegaskan, penyebab lain terjadinya banjir di Kota Serang, lantaran tidak adanya daerah resapan air yang terjaga, bahkan menurutnya, dari tahun ke tahun, jumlah ruang terbuka hijau berkurang.

"Kedepan harus ada kebijakan yang menunuju untuk ke arah sana, supaya drainase terjaga dan terpelihara," terangnya, seraya mengucapkan permohonan maaf lantaran calon Wali Kota Serang, Syamsul Bahri sedang ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan.

Vera-Nurhasan Tidak Hadir

Sementara itu, calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang nomor urut satu, Vera-Nurhasan tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut lantaran sedang sakit.

"Semuanya kita undang, berharap semuanya hadir, tapi konfirmasi terkahir beliau kurang sehat, dari pasangan nomor satu, yang sakit satu, tapi perwakilannya juga tidak mengirimkan, tapi kita karena acaranya tentang diskusi, jadi siapapun yang hadir tetap kita laksanakan," kata Seksi Acara, Deni Ikhwanudin kepada awak media.

Ia juga berharap, diskusi-diskusi seperti itu terus dilakukan, sebab menurutnya, masalah yang paling utama di setiap wilayah adalah persoalan lingkungan, baik dari sampah, drainase, polusi udara dan lain sebagainya.

"Maslah yang paling utama di setiap wilayah adalah lingkungan, seperti sampah, drainase, udara dan kita harap ada gerakan sadar lingkungan, kita juga akan turun ke pasar, menggerakkan masyarakat agar sadar lingkungan," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Banjir dan Sampah Jadi Sorotan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top