Selasa, 23 Oktober 2018 |
News Room - Pendidikan

Bangunan SDN 2 Sawarna Lebak Rawan Ambruk, Bisa 'Kelar' Kalau Ada Gempa

Rabu, 24 Jan 2018 | 18:18 WIB Dibaca: 517 Pengunjung

Kepala sekolah dan pengurus SDN 2 Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, menunjukan bagian atap bangunan ruang kelas yang rusak dan rawan ambruk, Rabu (24/1/2018).*

LEBAK, [NEWSmedia] - Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sawarna, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak kondisinya semakin memprihatikan. Para siswa pun enggan belajar di ruang kelas karena takut bangunannya ambruk.

Sekolah yang dibangun pada 1987 itu mengkhawatirkan memang. Sejak awal berdiri, bangunan sekolah belum pernah direnovasi secara keseluruhan. Dinding-dindingnya masih menggunakan bahan material pasir dan apu. Itupun sudah banyak yang terkelupas.

Bagian atap bangunan di sekolah ini ditopang rangka bamboo. Meski sudah direnovasi pada 2002, banyak bagian atap yang mulai keropos.

Gempa berkuatan 6,1 SR yang terjadi Selasa (23/1/2018) membuat siswa enggan untuk belajar di dalam kelas. Mereka ketakutan bangunannya ambruk.

“Anak-anak (siswa-red) pada trauma karena gempa kemarin, dari awal jam pelajaran jam 7.30 WIB, kegiatan berjalan seperti biasa, hanya ada trauma, ketakutan tadi sekitar jam 11.45 WIB, anak-anak pada pulang sendiri. Tapi sebagian juga ada yang belajar di ruang kelas,” kata Kepala SDN 2 Sawarna, Embad Badrudin saat ditemui reporter NEWSmedia, di lokasi, Rabu (24/1/2018).

Embad menunjukkan kondisi tiga ruang kelas yang dikhawatirkan ambruk. Ruang kelas dua, kelas tiga dan ruang kelas empat yang dindingnya mulai bergelombang dan miring.

“Kita kan ada tujuh rombongan belajar (rombel-red), kelas satu, dua rombel dan sisanya satu rombel semua. Yang dindingnya miring itu dinding kelas tiga dan kelas empat. Dindingnya itu masih pakai apu, bukan semen,” ungkapnya.

Menurut Embad, pada 2016 pihaknya sudah pernah mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak untuk rehabilitasi fisik bangunan sekolah tersebut. Namun, sampai saat ini, pengajuan renovasi bangunan sekolah berusia 39 tahun ini belum bisa terealisasi.

“Tahun 2017 kemarin ada info mau direhab, tapi karena ada daerah lain yang terkena musibah, jadi dialihkan ke sana. Mudah-mudahan tahun ini kita dapat bantuan, supaya anak-anak belajar dengan nyaman dan tidak merasa khawatir,” tuturnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Bangunan SDN 2 Sawarna Lebak Rawan Ambruk, Bisa 'Kelar' Kalau Ada Gempa
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top