Senin, 18 Desember 2017 |
Highlight - News Community

Baduy, Lokasi Baksos yang Mengesankan Bagi anggota RAPI

Senin, 28 Agt 2017 | 10:46 WIB Dibaca: 509 Pengunjung

Anggota RAPI dari Wilayah Jabodetabek saat kegiatan baksos di perkampungan Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sabtu-Minggu (26-27/8/2017). (Foto: Istimewa)

LEBAK, [NEWSmedia] - Selama dua hari, Sabtu-Minggu, 26-27 Agustus 2017, sebanyak 50 orang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang berasal dari berbagai wilayah sekitar Bogor, mendatangi perkampungan Baduy di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Mereka mengadakan kegiatan bakti sosial dalam rangka HUT ke-72 RI dengan tajuk 'RAPI Peduli Baduy'. Kegiatan baksos dipusatkan di Kampung Gasebo, Desa Kanekes Kecamatan Lewidamar Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan baksos ini diprakarsai oleh anggota RAPI dari Kabupaten Bogor dan diikuti oleh para 'breaker' dari wilayah Jabodetabek.

Kampung Gasebo Desa Kanekes ditempuh dengan jalan kaki selama satu jam. Alam nan asri dan medan yang menantang, menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta Baksos 'RAPI Peduli Baduy' itu.

Andhika (51), salah seorang peserta baksos mengungkapkan kegiatan ini menjadi pengalaman seumur hidup yang tidak akan pernah ia lupakan.

"Saya sering ikut touring atau baksos RAPI ke beberapa daerah di Indonesia, tapi baru kali ini merasakan kegiatan yang benar-benar terasa sekali nuansa bakti dan sosialnya. Apalagi medannya itu loh Pak, wah sesuatu banget buat saya, yang karena penyakit gula, saya untuk bangun dari duduk saja susah, apalagi jalan laki naik turun bukit, tapi semuanya terbayar dengan keramahan dan sambutan hangat dari masyarakat suku Baduy, membuat adrenalin saya naik dan membuat saya bersemangat" ujar Andhika yg memiliki call sign JZ10QKQ.

Lain lagi cerita Heru (55), seorang perwira kepolisian yang juga anggota RAPI. Ia sangat terkesan sekali dengan alam Baduy yang asri, dan kebersahajaan warganya.

"Saya Pak, seumur-umur baru kali ini mandi di kali yang sungainya jernih. Saya juga berterima kasih kepada panitia yang mengelola kegiatan begitu rapi dan terstruktur. Buat saya, pengalaman tinggal bersama suku Baduy semalam, telah membuka mata hati saya bahwa kekurangan teknologi dan fasilitas ternyata tidak membuat masyarat Baduy hilang keguyuban dan kebersamaannya. Namun justru dengan segala kebersahajaannya, mereka hidup nyaman dan terasa tenang sekali," tutur breaker yang dikenal dengan nama Panji atau FSI ini.

Lain lagi cerita Rara, wanita energik yang para breaker menyebutnya dengan panggilan TQX. Rara terlihat semangat dan senang sekali bisa berkesempatan datang dan bermalam di Baduy bagian dalam.

"Saya dan teman-teman RAPI Rider Motor yang dipimpin oleh FOY sangat senang dan bahagia sekali bisa berkesempatan datang, bermalam dan membantu saudara saya di Baduy. Panas perjalanan naik motor dan pegelnya jalan kaki hampir 1,30 jam hilang sudah, berganti dengan semangat peduli dan berbagi," ujarnya.

Puluhan anggota RAPI yang mengendarai 10 mobil dan 10 motor, atau mereka menyebutnya denganistilah rombongan 10-4 10-2, berangkat dari Ciawi pada hari Sabtu (26/8/2017) pagi pukul 09.00 WIB, dan tiba di Ciboleger pukul 14.30 WIB.

Setelah koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Kampung Gasebo selama satu setengah jam.

Ketua Pelaksana Kegiatan, H Chece (60) mengatakan kegiatan ini bagian dari ungkapan syukur anggota RAPI di Wilayah Jabodetabek di hari kemerdekaan RI.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terlaksananya acara ini dengan baik, semoga jadi amal soleh buat kita semua," tutur breaker dengan sebutan FTR ini.

Kegiatan Bakti Sosial 'RAPI Peduli Baduy' di kampung Gasebo, Kanekes meliputi pembangunan pipanisasi air bersih sepanjang 1.200 meter, pembangunan 2 kamar mandi untuk MCK warga, serta pembagian kebutuhan bahan pokok untuk warga.

Kang Irfan atau JZ10FAN selaku pemrakarsa acara mengatakan kegiatan bakti sosial di Baduy ini hanya salah satu kegiatan sosial yang telah banyak dilakukan anggota RAPI.

"Saya berharap kiranya bantuan dari teman-teman anggota RAPI ini dapat bermanfaat buat warga kampung dan masyarakat luar atau wisatawan yang datang ke Baduy bagian dalam, di mana sarana MCK sampai saat ini belum ada," kata Irfan.

Pengalaman bermalam bersama warga suku Baduy juga diharapkan bisa menjadi inspirasi buat anggota RAPI untuk terus bersyukur, terus berbagi dan peduli dengan warga sekitar kita yang membutuhkan bantuan.

"Saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak, khususnya para donatur, para peserta baksos, RAPI wilayah lebak, pemangku adat baduy, warga kampung Gasebo, para kokolot Baduy dan pihak Kementerian Sosial melalui Direktorat KAT yang mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Hartono Laras sangat mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh masyarakat seperti apa yang telah dilakukan oleh RAPI di Baduy.

"Saya berterima kasih kepada teman-teman RAPI yang sudah peduli dan berbagi untuk masyarakat Baduy. Kegiatan ini merupakan salah satu bukti nyata dari sikap kesetiakawanan sosial yang merupakan ruh dari sikap gotong royong dan kebhinekaan kita. Lihat lah, tanpa diminta, dengan tulus teman-teman RAPI datang membantu komunitas adat dan memberikan solusi atas masalah air bersih dan MCK untuk warga Suku Baduy," tuturnya. [*/rhd]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Baduy, Lokasi Baksos yang Mengesankan Bagi anggota RAPI
Top