Sabtu, 17 November 2018 |
News Room - Pemerintahan

Angka Pengangguran di Banten Tertinggi se-Indonesia

Rabu, 07 Nov 2018 | 07:52 WIB Dibaca: 116 Pengunjung

Ilustrasi. [net]*

SERANG, [NEWSmedia] - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten tertinggi se-Indonesia atau sebesar 8,52 persen pada Agustus 2018.

Kepala BPS Provinsi Banten, Agoes Subeno menyebutkan, angka tersebut bahkan lebih besar dari rata-rata TPT nasional 5,34 persen dan lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Barat sebesar 8,17 persen, DKI Jakarta 6,24 persen atau bahkan Papua Barat di angka 6,30 persen. 

"TPT tertinggi tercatat di Banten dan TPT terendah ada di Bali sebesar 1,37 persen," kata Kepala BPS Banten, Agoes Soebeno di Kota Serang, Selasa (6/11/2018).

Agoes menjelaskan, ada 5,83 juta orang angkatan kerja dalam struktur ketenagakerjaan di daerah ini. Sebanyak 5,33 juta orang di antaranya bekerja dengan klasifikasi 225 ribu orang pekerja kategori paruh waktu, 749 ribu orang kategori setengah menganggur dan sisanya adalah pekerja penuh. 

"Struktur ketenagakerjaan di Banten pada Agustus 2018, angka pengangguran sebanyak 496,73 ribu orang," jelasnya.

Agoes menuturkan, angka TPT 8,52 persen tersebut, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Februari 2018 sebanyak 7,77 persen.

"Paling banyak, penganggguran terbuka terdapat di pedesaan dibandingkan daerah perkotaan," tegasnya.

Angka Pengangguran Menurun

Meski demikian, Agoes juga menyebutkan, angka pengangguran di Banten menunjukkan angka penurunan, dari 9,28 persen pada Agustus 2017 menjadi 8,52 persen pada bulan Agustus 2018.

“Di Provinsi Banten banyak terdapat lapangan pekerjaan yang menarik migran masuk yang mencari pekerjaan ini tidak semuanya terserap oleh pasar kerja sehingga menambah jumlah pengangguran di Banten” ungkapnya.

Agoes menerangkan, Banten memiliki daya tarik tersendiri terhadap kaum migran untuk tinggal di Banten.

“Banten ini diibaratkan seperti 'gula' yang memikat semut untuk menghampirinya. Kita tahu bahwa angka pertumbuhan ekonomi Banten ini sangat tinggi yaitu sebesar 5,89 persen diatas rata-rata capaian nasional sebesar 5,17 persen, dan penyumbang eknomi Banten tertinggi bersumber dari perusahaan padat modal atau industri dengan nilai investasi tinggi,” ujar Agoes.

Menurutnya, lanjutan Agoes, perekonomian Banten berdasarkan besaran PDRB (Produk Domestik Bruto) Banten pada triwulan III tahun 2018 mencapai 157,34 triliun. Selain itu, menurut Agoes besaran UMP (Upah Minimum Provinsi) yang sangat besar juga berpengaruh terhadap potensi pengangguran di Banten. UMP Banten tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp. 2.267.965.

“Dukungan Pemerintah Provinsi Banten dalam mendukung tingginya nilai upah sangat berpengaruh, kita ketahui bahwa UMP (Upah Minimum Provinsi) Banten termasuk tinggi, sehingga migran berbondong-bondong mencari pekerjaan ke Banten, disitulah persaingan sesuai kemampuan, yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah memperoleh pekerjaan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah penduduk Banten yang berkerja pada Agustus 2018 sebesar 5,33 juta orang, naik sekitar 25 ribu pekerja dibandingkan dengan agustus 2017. Untuk TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang tertinggi adalah lulusan SMK mencapai 14,23 persen, sedangkan paling rendah yaitu Pendidikan Diploma I/II/III sebesar 3,76 persen. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Angka Pengangguran di Banten Tertinggi se-Indonesia

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top