Minggu, 25 Oktober 2020 |
News Gallery

Anak Sekolah Bekerja Salah Atau Tidak? Ini Penjelasannya

Senin, 10 Okt 2016 | 09:00 WIB Dibaca: 884 Pengunjung

pola asuh anak.*

[NEWSmedia] - Seperti di banyak negara Asia lainnya, tinggal bersama orang tua merupakan hal yang sangat wajar di Indonesia. Ini biasanya disertai dengan “tunjangan” makan, kendaraan, supir, liburan, dan lain sebagainya, hingga anak tersebut akhirnya menikah dan membentuk keluarga sendiri.

Hal inilah yang membuat anak-anak muda dari keluarga kelas menengah di Indonesia baru mengenal konsep “bekerja” dan “menghasilkan uang” setelah mereka lulus kuliah. Bagi murid SMA dan anak kuliah di Indonesia, liburan sekolah adalah waktu untuk bersenang-senang, karena hampir tidak ada perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan sambilan semacam summer jobs yang dikenal di negara-negara empat musim.

Padahal, itu adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar cara berkolaborasi dengan orang lain, serta bagaimana menghadapi tekanan dalam menyelesaikan sebuah tanggung jawab pekerjaan yang disertai konsekuensinya.

Seandainya anak-anak Anda kelak ingin bekerja di restoran fast food atau coffee shop selama libur sekolah, apakah Anda akan mengijinkannya?

Apa yang bisa kita lakukan: Ubah konsep pemikiran bahwa pekerjaan-pekerjaan “kasar” seperti pramusaji, barista, atau baby sitter adalah hina. Bekerja – selama tidak melanggar hukum – bukanlah hal yang memalukan. Jika banyak anak muda bisa melakukannya di luar negeri, hal tersebut seharusnya juga bisa dilakukan di Indonesia.[rpl/05]

Penulis: Newsmedia
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Anak Sekolah Bekerja Salah Atau Tidak? Ini Penjelasannya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top