Jumat, 10 April 2020 |
News Room

Ali Mujahidin: Pemerintah Perlu Membuka Mata untuk Al-Khairiyah

Sabtu, 22 Okt 2016 | 06:55 WIB Dibaca: 1719 Pengunjung

Ali Mujahidin, tokoh Cilegon yang merupakan cucu dari Brigjen KH Syam'un.*

SERANG, [NEWSmedia] - Agenda Muktamar ke-9 Al-Khairiyah yang akan memilih calon Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah dan merumuskan program-program kerja untuk lima tahunan telah resmi dibuka, tadi malam.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah diagendakan untuk menghadiri sekaligus membuka acara tersebut. Namun karena agenda kenegaraan, presiden dijadwalkan ulang untuk mendatangi markas besar Al-Khairiyah di kawasan Citangkil, Kota Cilegon.

Meski demikian, acara pembukaan tetap dilakukan oleh Gubernur Banten, Rano Karno pada Jumat (22/10/2016) malam. Meski hanya membuka acara, Rano Karno sempat menyampaikan harapannya terhadap Al-Khairiyah untuk melahirkan pemimpin yang bisa turut andil dalam membangun Banten.

Ketua Panitia Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, Ali Mujahidin mengatakan, peran serta Al-Khairiyah terhadap bangsa dan negara cukup besar. Sebab, Perguruan Islam ini didirikan oleh semangat perjuangan Brigjen KH Syam’un (tokoh dalam peristiwa Geger Cilegon).

Menurutnya, keberadaan Al-Khairiyah dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) melalui lembaga pendidikan juga menjadi sebuah bukti bahwa Al-Khairiyah hadir untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Atas dasar itu lah kami merasa perlu mengundang kepala negara dan kepala daerah serta seluruh elemen untuk hadir dalam acara Muktamar,” kata Ali Mujahidin ditemui usai acara pembukaan Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, Jumat (21/10/2016) malam.

Baca juga:

Pria yang akrab disapa Mumu ini mengungkapkan, sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian terhadap Al-Khairiyah yang sampai saat ini eksis menjalankan tugas mencerdaskan anak bangsa melalui lembaga pendidikan.

“Sekolah Al-Khairiyah tersebar di mana-mana. Bukan hanya di Banten, di provinsi lain juga tersebar lembaga pendidikan Al-Khairiyah,” kata cucu dari Brigjen KH Syam’un ini.

Di Banten sendiri, Al-Khairiyah memusatkan kawasan pendidikan di daerah Citangkil, Kota Cilegon, mulai dari SD, MTs, MA hingga perguruan tinggi. Bahkan, Al-Khairiyah mengurus lembaga pendidikan khusus bagi siswa dengan keterbatasan dan keterbelakangan.

“Saya kira, pemerintah perlu membuka mata untuk Al-Khairiyah,” tutur Mumu.

Sementara itu, Ketua Umum PB Al-Khairiyah, KH Hikmatullah A Syam’un mengatakan, dalam Muktamar ke-9 ini, Al-Khairiyah akan memilih pemimpin organisasi PB Al-Khairiyah untuk periode lima tahun yang akan datang.

"Saya berharap dalam Muktamar ini dapat tersusun program apa saja yang bisa dikerjakan Al-Khairiyah lima tahun ke depan," kata Hikmatullah.

Ia mengatakan, agenda Muktamar ini juga diharapkan dapat melahirkan rekomendasi tentang persoalan dunia pendidikan di Indonesia, termasuk di daerah Banten. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ali Mujahidin: Pemerintah Perlu Membuka Mata untuk Al-Khairiyah
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top