Rabu, 28 Oktober 2020 |
News Room - Pendidikan

Alasan Sekolah Berhutang, SMKN 2 Serang Diduga Lakukan Pungli

Selasa, 09 Mei 2017 | 19:08 WIB Dibaca: 1152 Pengunjung

FAM UIN SMH Banten, menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Selasa, (9/5/2017).

SERANG, [NEWSmedia] - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten, menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Selasa, (9/5/2017).

Aksi protes tersebut digelar lantaran mahasiswa menuding pihak SMKN 2 Kota Serang telah melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp3,6 juta terhadap siswanya.

"Acuan yang dipakai pihak sekolah Pergub Nomor 30 Tahun 2017 kami menilai mengada-ngada demi kepentingan pribadi dan golongan saja," kata Koordinator Aksi, Syamsul Ma'arif saat ditemui disela-sela aksi.

Mahasiwa menilai tindakan yang dilakukan oleh SMKN 2 Kota Serang bertentangan dengan hukum, karena dianggap melanggar Pasal 368 dan meminta kepada Dindik Banten agar menindak oknum yang ada disekolah tersebut.

Sementara, salah seorang wali murid SMKN 2 Kota Serang, mengeluhkan biaya pendidikan yang kembali harus dibayarkan, padahal sebelumnya siswa telah menerima pendidikan gratis dari sekolah tersebut. Namun pihak sekolah berdalih biaya tersebut guna keberlangsungan belajar mengajar.

"Anak saya sekarang kelas 2, tapi disuruh lunasin yang kelas 1 kemarin, lah wong sudah gratis suruh bayar lagi, bayangkan loh ini ada 2.000 siswa lebih," kata salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya saat ditemui, Selasa, (9/5/2017).

Dirinya mengatakan, Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Serang, Lilik Hidayatuloh pernah mengadakan rapat beberapa waktu lalu bersama seluruh wali murid untuk kembali membayar biaya pendidikan dari mulai kelas satu, dengan alasan selama keberlangsungan mengajar pihak sekolah berhutang.

"Iya kepala sekolahnya bilang gitu, selama ini sekolah berhutang, jadi kita suruh bayar dari kelas satu. Nanti katanya kalo Wahidin Halim-Andika Hazrumy, Gubernur dan Wakilnya yang baru dilantik, yang kita bayar dari kelas satu akan dikembalikan," seraya meniru perkataan Lilik Hidayatuloh.

Selain itu, Lilik juga mengimbau agar wali murid tidak melapor kepada siapapun, baik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ataupun wartawan, jika tidak mampu melunasi pembayaran tersebut dan agar segera menghadap kepihak sekolah.

"Iya Kepala Sekolah bilang jangan lapor LSM dan Wartawan, kalau enggak mampu bilang, menghadap saja," tukasnya. [Vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Alasan Sekolah Berhutang, SMKN 2 Serang Diduga Lakukan Pungli
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top