Selasa, 21 Agustus 2018 |
News Room - Politik

Al-Khairiyah Sarankan Jokowi Gandeng Kiai Ma'ruf

Selasa, 24 Jul 2018 | 11:17 WIB Dibaca: 187 Pengunjung

Presiden Jokowi dan KH Ma'ruf Amin saat berkunjung ke Yayasan Al-Khairiyah, Kota Cilegon, Jumat (11/5/2018). [Lipdok ARTP]*

CILEGON, [NEWSmedia] - Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah menyarankan agar Joko Widodo menggandeng Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada bursa Pilpres 2019.

Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin mengatakan, pihaknya menyarankan hal tersebut lantaran ada beberapa penting jika Ma'ruf Amin dijadikan pendamping Jokowi.

"Pertama, adanya stigma yang digalang seolah-olah Jokowi anti Islam terus menerus digoreng oleh kelompok yang anti Jokowi, sehingga berpotensi menjadikan iklim ketegangan dan masih menjadi isu andalan untuk menjatuhkan kredibilitas Jokowi dihadapan ummat Islam, terutama dibeberapa daerah tertentu sehingga cukup mengandung resistensi," kata Mumu melalui siaran pers yang diterima Newsmedia, Selasa (24/7/2018).

Ia menjelaskan, meski dari beberapa hasil survei Jokowi saat ini masih jauh berada di atas para calon kompetitornya di sebagian besar daerah, namun jika isu tersebut terus digalang melalui medsos, hoax dan lain-lain, tidak menutup kemungkinan dapat mereduksi elektabilitas survei Jokowi.

"Dalam mengimbangi hal itu mungkin diperlukan sosok yang dipandang dapat memberikan kesejukan kepada ummat dan merepresentasikan ummat islam dengan tokoh yang cukup dapat diterima oleh semua kelompok Islam dan merepresentasikan central tokoh ummat Islam di Indonesia," jelasnya.

Haji Mumu-panggilan akrabnya-menuturkan, pertimbangan kedua, parpol pendukung Jokowi cukup banyak dan wajar jika ketua-ketua partai ingin menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019, namun menurutnya, untuk iklim dan situasi atmosfir saat ini, memilih wakil presiden di luar partai politik mungkin jauh lebih baik bagi Jokowi karena pertimbangan tertentu.

"Pertimbangan ketiga, keberadaan Kiai Maruf sebagai pemimpin lembaga Majelis Ulama Indonesia, diharapkan dapat mengakomodir kelompok ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, Al-Khairiyah, Matlaul Anwar, Al-Khoirot dan ormas ormas Islam lainnya dan sikap Kiai Maruf selama ini cukup  fleksibel terhadap kelompok yang keras bisa dilunakan dan kelompok yang lunak dapat dikeraskan, tergantung bagaimana situasinya," tuturnya.

Ia menilai, Maruf Amin juga merupakan tokoh ulama yang kharismatik, memiliki keahlian dalam berbagai disiplin ilmu politik, ekonomi, sosial dan budaya yang mumpuni untuk dapat memberikan masukan dan inspirasi kepada presiden, terutama tentang stabilitas politik, ekonomi dan lain lain yang kaitannya dengan keummatan.

"Kiai Maruf lahir dari pondok pesantrean diantaranya Al-Khairiyah dan Tebu Ireng serta pondok-pondok pesantren lainnya yang komunitas ini di Indonesia sangat besar, sehingga dapat membangkitkan semangat emosional gairah para santri dan pondok pesantren di Indonesia.

Ia juga menegaskan, yang paling penting, Maruf amin juga tokoh central di Nahdatul Ulama (NU), Al-Khairiyah dan beberapa komunitas lainnya, sehingga diharapkan NU dan yang lainnya dapat lebih solid mendukung Jokowi dan pemerintahan selanjutnya.

"Dengan demikian kami menyarankan semoga Jokowi dapat menggandeng Kiai Maruf pada Pemilu 2019 untuk tujuan kemaslahatan, sehingga ulama dan umaro dapat bersanding bersama sama memimpin dan membangun negeri ini dan tentunya ini akan menjadi pasangan yang Nasionalis Religius sebagai cermin keterwakilan bangsa Indonesia yang sesungguhnya," pungkasnya. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

LAINNYA

Mantan Ajudan JK Dilantik Jadi Kapolda Banten
Senin, 20 Agt 2018 | 12:53 WIB
Mantan Ajudan JK Dilantik Jadi Kapolda Banten
Kapan Penerimaan CPNS 2018 Dibuka? Ini Jawabannya
Senin, 20 Agt 2018 | 10:46 WIB
Kapan Penerimaan CPNS 2018 Dibuka? Ini Jawabannya

KOMENTAR

Al-Khairiyah Sarankan Jokowi Gandeng Kiai Ma'ruf
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top