Selasa, 11 Desember 2018 |
News Room - Ekonomi

Aksi Tidak Ditanggapi, Buruh: Jangan Pilih Rano Karno Lagi!

Kamis, 29 Sept 2016 | 11:22 WIB Dibaca: 678 Pengunjung

massa buruh saat berorasi di KP3B selama berjam-jam, Kamis (29/9/2016). (Foto: Newsmedia).*

SERANG, [NEWSmedia] – Aksi unjuk rasa ribuan buruh yang digelar di kantor Gubernur Banten Provinsi Banten, berakhir dengan kekecewaan. Aliansi Buruh yang tergabung dalam 8 serikat pekerja, merasa kecewa aspirasinya tidak ditanggapi. Buruh sepakat untuk tidak memilih Rano Karno yang tidak pro terhadap buruh.

Buruh yang diwakili oleh Ketua SPSI, Heri Susanto, menyampaikan kekecewaan nya karena Gubernur Banten, Rano Karno tidak mau menemui buruh.

“Gubernur kurang berpihak kepada buruh,” ujar Heri. Secara bergantian buruh menyampaikan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Rano Karno.

“Jangan pilih Rano Karno lagi!” Teriak buruh serentak mengikuti orator.

Setelah selesai berorasi, Heri Susanto memaparkan tuntutan buruh yang tadinya akan disampaikan pada Gubernur, yaitu;

1. Cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

Buruh menganggap PP Nomor 78 Tahun 2015 ini mengebiri dan tidak berpihak kepadanya, karena kenaikan upah itu sudah di flot oleh pemerintah, selain itu buruh sendiri juga tidak diberi kesempatan melaksanan negosiasi dengan dewan pengupah dan pengusaha.

2. Naikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 20% atau Rp.65rb /Tolak upah murah

Sebetulnya kenaikan UMP dengan 20% sendiri adalah angka kenaikan yang bukan dan tanpa dasar, namun dengan melalui sebuah kajian dan survei pasar akhirnya buruh merumuskan untuk gaji dinakikan 20% ,namun jika dianggap membuat investor lari itu adalah sebuah kebohongan besar pemerintah.

3. Meminta Pembangunan Tol Cikande

Keterlambatan kawan-kawan ketika bernagkat bekerja itu sering terjebak dalam kemacetan, dan menimbulkan dampak kepada buruh sendiri, yaitu selalu mendapat sanksi. Maka buruh menuntut agar segera akses jalan tol Cikande dibuka, supaya sarana untum kelancaran lalu lintas berjalan sehingga hasil produksi dari perusahaan lancar.

4. Kecewa atas Pelayanan BPJS yang Amburadul

Setiap kali buruh atau masyarakat sakit, mitra kerja BPJS selalu menyambut buruh dengan ketidak siapan dan alasan seperti kamar penuh, alat tidak ada, dokter kurang dan sebagainya. Sehingga masyarakat dan kita terkena dampaknya dan buruh merasa dirugikan, sebab sudah membayar iuran perbulannya.

Setelah berjam-jam demo buruh tidak ditanggapi, akhirnya buruh membubarkan diri pada pukul 14.00 wib. [Vredo/03]

Penulis: Ahmad Hifni
Publisher: newsmedia.co.id
Bagikan:

KOMENTAR

Aksi Tidak Ditanggapi, Buruh: Jangan Pilih Rano Karno Lagi!
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top