Selasa, 18 Desember 2018 |
News Room - News Gallery

Aksi Begal di Tangsel, Ini 6 Fakta nya

Kamis, 15 Nov 2018 | 17:03 WIB Dibaca: 94 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Salah satu tindak kejahatan jalanan yang masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) adalah praktik begal di malam hari. Para pelakunya tak segan-segan menganiaya, bahkan hingga membunuh korban jika dianggap melakukan perlawanan.

Meski wilayahnya berdampingan dengan Ibu Kota Jakarta, namun tak membuat tingkat keamanan di Kota Tangsel membuat nyaman warganya, terutama bagi mereka yang masih menjalani aktifitas di malam hari. Berikut adalah sederet fakta yang berhasil dihimpun terkait aksi pelaku begal di wilayah hukum Kota Tangsel:

1. Pelaku Begal Bocah Bau Kencur 

Para pelaku yang masih anak di bawah umur, masing-masing berinisial RH (16), MAS (17), dan Muhamad Ichsan (18), pilih menyambi menjadi pelaku begal. Padahal ketiganya sendiri, masih tercatat sebagai pelajar Kejar Paket B dan C guna menyelesaikan pendidikannya.

Aksi pembegalan pun dilakukan di Jalan Bintaro Sektor 7, Taman Menteng, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 13 November 2018, sekira pukul 03.00 WIB. Ketika itu, korban berinisial TR (16) tengah melintas di lokasi mengendarai sepeda motor merek Yamaha Vega.

Begitu korban terdesak di tepi jalan, salah satu pelalu kemudian menarik kaus korban dan mendorongnya hingga tersungkur. Saat itulah, pelaku MAS mencabut celuritnya bersiap menghabisi korban.

"Karena terancam jiwanya, korban memilih melarikan diri. Sedangkan sepeda motornya dibawa lari para tersangka," jelas AKP Alexander Yurikho Hadi, Kasatreskrim Polres Tangsel.

Korban segera melaporkan peristiwa pembegalan tersebut ke kantor polisi dengan Nomor : LP/1221/K/XI/2018/SPKT/Res Tangsel hari Selasa tanggal 13 November 2018. Personil anti bandit 'Tim Vipers' langsung meluncur ke lokasi melakukan penyelidikan.

Berdasarkan patroli Cyber, diketahui jika ketiganya menjual sepeda motor curian tersebut melalui transaksi media sosial. Tak sampai 24 jam usai kejadian, sore harinya sekira pukul 16.00 WIB, polisi berhasil membekuk para pelaku.

"Pengakuan tersangka, mereka baru melakukan ini pertama kali," jelas Alex.

2. Pelaku Begal Merupakan Anak Putus Sekolah 

Para pelaku diketahui anak putus sekolah yang terbawa arus pergaulan untuk berbuat kejahatan. Hal itu terungkap, setelah ditangkapnya tiga pelaku begal pada 11 Desember 2017 tahun lalu. Mereka berinisial, FR (16), MH (16), dan IH (18).

Meski berusia anak-anak, namun sepak terjang trio ABG itu dalam membegal korban tak main-main. Dari catatan kepolisian, setidaknya sudah 13 kali mereka beraksi, yakni 2 kali di wilayah Tanah Abang (Jakarta Pusat), 4 kali di Ciledug (Kota Tangerang), 2 kali di Kalideres (Jakarta Barat), 3 kali di Pondok Aren (Tangsel), dan 2 kali di Serpong (Tangsel).

Tindak kejahatan oleh ketiganya, terakhir dilakukan terhadap pasangan kekasih yang mengendarai seunit sepeda motor di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren. Bersenjatakan celurit, pelaku memepet kendaraan korban, lalu merampas uang dan sepeda motornya. Beruntung polisi telah membuntuti, hingga akhirnya mereka berhasil ditangkap.

3. Mengaku Anggota Polisi untuk Memperdaya Korban 

Kejadian itu berlangsung pada 29 Januari 2018 dinihari di Jalan Jurangmangu Barat, Pondok Aren, Tangsel. Pelakunya, Rizky Ananda (22) dan Septiawan (23), berboncengan mengendarai sebuah sepeda motor. Keduanya lantas memepet seorang pengendara sepeda motor di lokasi.

Dengan mencari-cari kesalahan si pengendara, Rizky dan Septiawan yang mengaku sebagai anggota Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu lalu meminta korban menyerahkan surat kendaraan. Karena dianggap kurang lengkap, keduanya lantas meminta sejumlah uang, handphone, serta kunci sepeda motor korban.

Sontak permintaan itu membuat korban curiga, dan segera menghubungi rekannya agar segera datang ke lokasi. Merasa panik, kedua begal itu selanjutnya melakukan pengancaman dengan mencabut pistol dan celurit. Teriakan korban yang meminta tolong, akhirnya mengundang perhatian warga sekitar hingga beramai-ramai mengepung pelaku.

Kedua begal yang mengaku sebagai anggota Polri itu pun berhasil dibekuk setelah tim patroli Polsek Pondok Aren datang ke lokasi. Dari tangan keduanya, diamankan sejumlah barang bukti berupa sepucuk pistol mainan untuk korek api, borgol, celurit dan sepeda motor yang digunakan. Hasil penyelidikan menyebutkan, aksi serupa sebelumnya pernah mereka lakukan di daerah Gandaria, Jakarta Selatan.

4. Modus Pelaku Begal di Tangsel 

Pelaku begal terkadang tak langsung begitu saja beraksi merampas motor korbannya, namun ada pula yang menggunakan akal bulus untuk memperdayai korban. Salah satunya, berpura-pura meminjam korek api kepada korban.

Kejadian itu berlangsung di dekat lapangan Ocean Park, depan gedung Kantor Smartfren, Lengkong Gudang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada 12 April 2016 malam. Pelakunya, Jihan Sudrajat alias Jeber (19) dan M Rizki Subari (19).

Kedua pelaku menghampiri korban yang tengah berisitirahat di lokasi. Lantas mereka berpura-pura meminjam korek api untuk menyalakan rokok. Setelah dianggap lengah, barulah Jihan dan Rizki mencabut dan mengalungkan sebilah celurit ke leher korban, lalu dengan leluasa merampas kunci sepeda motor miliknya.

Sadar akan hal itu, korban spontan meneriaki kedua pelaku yang membawa lari sepeda motornya. Teriakan itu direspon warga sekitar lokasi, hingga akhirnya pelaku bisa ditangkap oleh petugas sekuriti dan anggota polisi yang tengah berpatroli.

5. Pelaku Begal Incar Korban Lalu Dibuntuti 

Mengincar barang berharga milik korban sambil membuntuti sebelum beraksi. Kejadian itu dialami oleh seorang pedagang di Jalan Aria Putra, RT 01 RW 09, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu 18 Juni 2016 malam.

Korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor, tiba-tiba dipepet oleh 6 pria yang mengendarai 3 unit sepeda motor. Para pelaku meminta korban menyerahkan tas serta sepeda motor yang dikendarainya. Korban pun melawan, lalu berupaya menghindari kepungan para pelaku.

Salah satu pelaku kemudian menyabetkan senjata tajam yang dibawanya, dan seketika mengenai leher korban hingga terkapar bersimbah darah. Meski pedagang malang itu telah berteriak meminta tolong, namun tak ada satupun warga sekitar yang berani membantu, lantaran komplotan begal sempat melepaskan tembakan berkali-kali ke udara.

Dengan leluasa, pelaku berhasil melarikan diri dengan menggondol tas berisi uang senilai Rp60 juta hasil dagangan, sedangkan sepeda motor korban urung dibawa karena makin ramainya warga yang berkumpul. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit karena luka yang cukup parah. Diduga, para pelaku begal sebelumnya sempat mengincar lebih dulu sebelum menentukan aksinya ditengah jalan.

6. Lokasi Favorit Pelaku Begal di Tangsel 

Tempat gelap dan sepi jadi lokasi favorit pelaku begal untuk beraksi. Peristiwa itu terjadi di Jembatan Greencove BSD, Serpong Tangerang Selatan (Tangsel), 22 Desember 2017, dini hari. Korbannya adalah seorang remaja yang tengah asyik nongkrong bersama dua rekannya di jembatan tersebut.

Dua pelakunya, Firdaus dan Angga alias Pongel tiba-tiba datang menggunakan seunit sepeda motor dan langsung menghampiri ketiga remaja itu. Berlagak seperti jagoan, Pongel lantas turun dari sepeda motor kemudian menanyakan tempat tinggal korban.

Setelah itu, Pongel pun berusaha merampas telepon genggam korban, yang dibarengi pula dengan mengayunkan sebilah golok untuk menebas tangan korban. Sayangnya melihat temannya dianiaya, dua rekan korban malah memilih kabur.

Usai menganiaya korban hingga terkapar, para pelaku langsung membawa kabur ponsel dan sepeda motor matik miliknya. Berdasarkan rekaman Close Circuid Television (CCTV) di dekat lokasi, Polisi akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku selang beberapa jam kemudian.

Saat digerebek di belakang halte kawasan ICE BSD, pelaku Pongel tak mau menyerah. Dia justru menyerang polisi menggunakan senjata tajam jenis badik yang dibawanya. Karena tak ada pilihan lain, petugas lantas menembak kakinya hingga tersungkur tak berdaya. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Aksi Begal di Tangsel, Ini 6 Fakta nya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top