Minggu, 23 September 2018 |
News Room - Pendidikan

Akper Pemda Serang Kini Menjadi Bagian Dari Untirta

Rabu, 27 Sept 2017 | 11:10 WIB Dibaca: 1552 Pengunjung

Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat disaksikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melakukan simbolis peresmian pada acara serah terima aset Akper Pemda Serang, Selasa (26/8/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Kabupaten Serang menyerahkan aset Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah (Akper Pemda) Serang kepada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten. Penyerahan aset pendidikan itu dilakukan karena pengelolaan perguruan tinggi bukan lagi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.

Penyerahan aset Akper Pemda Serang dilakukan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah secara simbolis kepada Rektor Untirta di lapangan upacara Akper Pemda, Senin (26/9/2017).

Penyerahan disaksikan Kepala Biro Keuangan dan Umum Dirjen Dikti Kemeristekdikti Wiwin Darwina, Ketua DPRD Kabupaten Serang Mukhsinin, Direktur Akper Pemda Sari Mulyati dan perwakilan Kemenristekdikti Sylviatiningsih.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, pada 18 April 2016, Pemkab Serang telah membuat nota kesepahaman dengan Untirta tentang alih kelola Akademi Keperawatan Pemkab Serang.

Pengalihan pengelolaan sekolah para perawatan milik Pemda Serang itu juga telah dikaji dan disetujui DPRD Kabupaten Serang.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang telah bersedia bekerjasama dan terima kasih juga kepada Kementerian Ristekdikti yang telah menyetujui proses penyatuan ini," ungkapnya.

Dengan demikian, kini Akper Pemda Serang sudah menjadi tanggungjawab Kementerian Ristekdikti dan Untirta. Pada kesempatan ini Pemkab Serang juga menyerahkan sertifikat asli kepemilikan tanah yang merupakan syarat utama proses pengalihan pengelolaan.

"Bagi pegawai yang tidak ikut bergabung dengan Untirta, tentu saja akan ditempatkan di pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan," ujarnya.

Sementara itu, Rektor Untirta Soleh Hidayat mengatakan, ini menjadi sejarah di Kabupaten Serang dan menjadi tanggung jawab besar bagi Untirta untuk mengembangkan akademi perawat tersebut supaya bisa menjadi lebih baik.

"Kontribusi kami ke Kabupaten Serang yakni, kampus tersebut akan semakin dikenal tingkat nasional karena kami terus promosikan hingga nasional dan internasional," ujarnya.

Lebih lanjut Sholeh mengatakan, dengan mengelola Akper, Untirta juga akan menjadi besar karena bertambahnya program studi. Terlebih, kini Untirta sedang mengajukan pendirian Fakultas Kedokteran.

"Sehingga dari diploma tiga akan kita naikan ke strata satu dan itu pendidikan profesi yang menjadi tantangan baru bagi kami Untirta," ujarnya.

Kepala Biro Keuangan dan Umum Dirjen Dikti Kemenristekdikti Wiwin Darwina mengatakan, penyerahan asset tersebut sudah menjadi kewajiban bagi pemda untuk dilimpahkan kepada pengguna barang.

"Prosedurnya melalui pemda diserahkan kepada kita dan akan kita distribusikan ke Untirta sebagai pengguna. Sebelum kami serahkan akan kami urus untuk balik nama terlebih dahulu atas nama pengguna barang," kata Wiwin.

Ia mengatakan, masyarakat Kabupaten Serang harus bangga karena Akper Pemda diserahkan ke Untirta untuk dikelola. Wiwin menegaskan, hal ini juga dilakukan karena berdasarkan aturan, pemerintah daerah kabupaten dan kota tidak boleh mengelola perguruan tinggi.

"Seluruh Akper di Indonesia dialihkan ke universitas yang memiliki kapasitas sesuai dengan aturan. Sebelumnya kita resmikan juga di Bengkulu dan Bali. Daerah lain juga akan menyusul," terangnya. [qom]rnasional," ujarnya.

Lebih lanjut Sholeh mengatakan, dengan mengelola Akper, Untirta juga akan menjadi besar karena bertambahnya program studi. Terlebih, kini Untirta sedang mengajukan pendirian Fakultas Kedokteran.

"Sehingga dari diploma tiga akan kita naikan ke strata satu dan itu pendidikan profesi yang menjadi tantangan baru bagi kami Untirta," ujarnya.

Kepala Biro Keuangan dan Umum Dirjen Dikti Kemenristekdikti Wiwin Darwina mengatakan, penyerahan asset tersebut sudah menjadi kewajiban bagi pemda untuk dilimpahkan kepada pengguna barang.

"Prosedurnya melalui pemda diserahkan kepada kita dan akan kita distribusikan ke Untirta sebagai pengguna. Sebelum kami serahkan akan kami urus untuk balik nama terlebih dahulu atas nama pengguna barang," kata Wiwin.

Ia mengatakan, masyarakat Kabupaten Serang harus bangga karena Akper Pemda diserahkan ke Untirta untuk dikelola. Wiwin menegaskan, hal ini juga dilakukan karena berdasarkan aturan, pemerintah daerah kabupaten dan kota tidak boleh mengelola perguruan tinggi.

"Seluruh Akper di Indonesia dialihkan ke universitas yang memiliki kapasitas sesuai dengan aturan. Sebelumnya kita resmikan juga di Bengkulu dan Bali. Daerah lain juga akan menyusul," terangnya. [qom]

Penulis: Qomat Alfarizi
Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

LAINNYA

Calon Guru dari FKIP Unbaja Diberi Pembekalan
Sabtu, 22 Sept 2018 | 13:14 WIB
Calon Guru dari FKIP Unbaja Diberi Pembekalan
Harga Emas Antam Merosot Rp 3.000 per Gram
Sabtu, 22 Sept 2018 | 11:00 WIB
Harga Emas Antam Merosot Rp 3.000 per Gram
8.000 Formasi CPNS Tersedia di Portal SCCN BKN
Sabtu, 22 Sept 2018 | 10:25 WIB
8.000 Formasi CPNS Tersedia di Portal SCCN BKN

KOMENTAR

Akper Pemda Serang Kini Menjadi Bagian Dari Untirta

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top