Rabu, 12 Agustus 2020 |
News Room

Akibat Pandemi Covid-19, Pasutri Cerai Di Serang Melonjak

Senin, 13 Jul 2020 | 09:21 WIB Dibaca: 276 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] – Akibat Pandemi Covid 19, angka perceraian di wilayah Serang Banten melonjak drastis , menurut pantauan banyak pasangan suami istri (pasutri) minta cerai lantaran faktor ekonomi yang mendominasi alasan pasutri lakukan gugatan cerai di Pengadilan Agama Serang.

Hal tersebut terungkap ketika awak media ini menemui Ketua Pengadilan Agama Serang DR.H.Buang Yusuf SH.MH disalah satu acara keluarga,Minggu (12/07).

Periode Januari hingga Juni saja, ada 1600 orang yang mengajukan gugat cerai dipengadilan Agama Serang dan semua sudah putus.

“Total semuanya sekitar dua ribuan tapi tidak hanya cerai, ada isbat juga , angka gugat cerainya sekitar seribu enam ratusan, dari awal tahun hingga bulan ini, dan yang masih dalam proses masih banyak , sekitar dua ribu lima ratusan dan sedang berproses ,” ungkapnya.

Buang Yusuf juga menerangkan, dari lima ribu kasus yang telah di selesaikan pada tahun lalu (2019), bila dilihat perkembangan dan kondisinya , ada kemungkinan pada tahun ini (2020) akan mengalami peningkatan.

“Kemungkinan pada tahun ini akan ada peningkatan dari tahun lalu, karena kondisi saat ini, apalagi ada akibat Covid-19, hampir rata rata masalah ekonomi penyebab utama perceraian,suami tidak bekerja dan akhirnya bertengkar , rumah tangga perlu pembiayaan , ya gitulah terjadi perselisihan, pertengkaran, pisah dan akhirnya ambil jalan pintas cerai,”terangnya.

Contoh kasus yang ada, Buang Yusuf menjelaskan, banyak permintaan cerai berasal dari pihak perempuan.

“Kalau untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini juga ada beberapa, terbanyak di kabupaten Serang , kota Serang juga ada, untuk persisnya saya kurang hafal, hampir merata lah, kisaran umurnya dari mereka yang bercerai itu ada dikisaran 30 tahunan masuk angka produktif.” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan, Buang Yusuf mengaku telah lakukan kordinasi dengan beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada melalui BP4, untuk lakukan mediasi dan pencabutan perkara dalam setiap gugatan.

“Tapi ya tadi itu, orang yang datang kesini itu sudah dalam konflik berat , untuk hasil mediasi kita coba lakukan pada pasangan yang mendaftarkan gugat cerai, kecil hasilnya karna rata rata mereka itu sudah pisahnya tahunan, jadi sudah susah untuk di mediasi, sudah krodit.” tandasnya.[siberindonetwork]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Akibat Pandemi Covid-19, Pasutri Cerai Di Serang Melonjak

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top