Jumat, 17 Agustus 2018 |
News Room

9.000 Tanah Wakaf di Banten Belum Tersertifikasi

Selasa, 24 Okt 2017 | 11:58 WIB Dibaca: 363 Pengunjung

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Banten, Prof. Syafuri setelah acara Sosialisasi Sertifikasi Tanah Wakaf di Aula LPTQ Banten, Selasa (24/10/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Dari jumlah 20.000 bidang tanah wakaf yang tersebar di kabupaten/ kota di Provinsi Banten, sebanyak 9.000 bidang tanah tersebut belum tersertifikasi, sementara yang 11.000 dinyatakan telah tersertifikasi. 

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Banten, Prof. Syafuri setelah acara Sosialisasi Sertifikasi Tanah Wakaf di Aula LPTQ Banten, Selasa (24/10/2017).

"Data yang disampaikan Kemenag Kanwil Banten ada sekitar 20 ribu lebih bidang atau sekitar 4 ribu hektar tanah wakaf di Provinsi Banten dan baru sekitar 11 ribu saja yang telah bersertifikat, tinggal sembilan ribuan lagi yang belum," kata Prof. Syafuri kepada awak media.

Ia mengungkapkan, sisa bidang tanah wakaf yang belum mendapat sertifikat harus disegerakan sebab dikhawatirkan bisa menjadi polemik dan disengketakan boleh ahli waris.

"Kadang tanah sudah diwakafkan terus dibangun sekolah atau apapun kemudian setelah daerahnya maju, malah dijadikan sengketa oleh anak cucunya," ungkapnya.

Meski demikian, ia juga menegaskan, pihaknya masih meragukan dari jumlah 20.000 bidang tanah wakaf tersebut.

"Saya juga belum yakin betul, itu data dari Kemenag," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Soeharta menginginkan, data bidang tanah tersebut segera divalidasi dan masuk dalam database.

"Kita butuh data base untuk dasar pendekatan pemberian sertifikat ini, target Pemprov yang penting tertib administrasi dulu," kata Ranta.

Selain itu, Ranta juga menegaskan, tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi, agar tanah tersebut terlindungi dengan sertifikat sehingga tidak akan hilang dan dijual. 

“Kalau perlu adakan kerjasama dengan Badan Pertanahan untuk mengurus sertifikasinya. Intinya kita ingin aset-aset keagamaan, aset-aset masyarakat disertifikatkan, sehingga tidak menimbulkan sengketa," tutup Ranta, seraya berjanji akan meningkatkan anggaran untuk BWI Banten pada tahun depan. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

9.000 Tanah Wakaf di Banten Belum Tersertifikasi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top