Kamis, 21 Januari 2021 |
News Room - Hukum

678 Napi Dapat Remisi Waisak, 82 Dari Kanwil Banten

Kamis, 11 Mei 2017 | 14:42 WIB Dibaca: 854 Pengunjung

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Kusmianta Dusak

JAKARTA, [NEWSmedia] - Sebanyak 678 dari total 1.769 napi beragama Buddha di Indonesia, mendapat remisi alias pemotongan masa hukuman khusus dari pemerintah, pada Hari Raya Waisak 2017 hari ini. 23 orang napi di antaranya bisa langsung bebas.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Kusmianta Dusak dalam keterangan tertulis, Kamis (11/5/2017) menjelaskan, pada Hari Raya Waisak kali ini, ada 655 napi yang memperoleh RK kategori 1, atau tetap menjalani masa hukuman setelah memperoleh remisi ini.

Lalu, ada 23 napi yang memperoleh RK kategori 2, atau bisa langsung bebas setelah memperoleh remisi kategori ini.

Penerima remisi terbanyak dari Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara, yakni sebanyak 170 orang (169 napi penerima RK1 dan 1 napi penerima RK2). Berikutnya, napi dari Kantor Wilayah Banten dengan jumlah 82 orang (78 orang RK1 dan 4 orang RK2), kemudian Kantor Wilayah Kalimantan Barat dengan 67 orang (65 orang RK1 dan 2 orang RK2).

"Remisi di Hari Raya Waisak tahun 2017 ini merupakan momen yang dinantikan oleh narapidana yang beragama Buddha di seluruh Indonesia. Jumlah narapidana yang mendapatkan remisi di Hari Raya Waisak Tahun 2017 ini sebanyak 678 orang," jelas Dusak.

Menurutnya, pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman pidana ini sesuai Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012, serta Kepres Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Dusak juga meyakinkan, pemberian remisi kepada ratusan napi kali ini telah memenuhi ketentuan.

"Remisi Khusus Hari Raya Waisak diberikan kepada narapidana beragama Buddha yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Di antaranya adalah persyaratan telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F atau buku catatan pelanggaran disiplin narapidana, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan," pungkas Dusak.[wtn]

Penulis: Wtn
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

678 Napi Dapat Remisi Waisak, 82 Dari Kanwil Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top