Kamis, 29 Oktober 2020 |
Olahraga

6 Pengkhianat Terkenal di El Clasico Barcelona Vs Real Madrid, Salah Satunya Mantan Pelatih Timnas Indonesia

Rabu, 18 Des 2019 | 10:43 WIB Dibaca: 515 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - El Clasico merupakan duel sengit antara Barcelona vs Real Madrid. Pada musim 2019/2020, laga El Clasico pertama bakal berlangsung di kandang Barcelona, Camp Nou, Rabu (18/12/2019) atau Kamis dini hari WIB.

Pertarungan Barcelona vs Real Madrid diprediksi bakal berjalan sengit dan penuh gengsi. Pasalnya, kedua tim saat ini berada di posisi teratas dalam klasemen La Liga dengan poin yang sama, 35. Hanya saja, Barcelona berada di puncak klasemen karena unggul selisih gol.

Kendati kekuatan mereka terlihat berimbang, Barcelona sedikit diuntungkan. Selain main di kandang sendiri, Los Blaugrana, sebutan Barcelona, belum terkalahkan dalam enam laga El Clasico.

Tercatat, Barcelona meraih empat kemenangan dan dua hasil imbang. Sedangkan Real Madrid terakhir kali menang di kandang Barcelona pada 14 Agustus 2017, ketika itu Los Blancos menang 3-1.

Dari sekian banyak pertarungan El Clasico, ada banyak pemain yang dicap sebagai pengkhianat di kubut Barcelona atau Real Madrid. Siapa saja mereka? Simak di halaman selanjutnya.

Luis Milla
Luis Milla adalah salah satu pemain yang berani menyeberang langsung ke rival. Berstatus sebagai produk akademi Barcelona, Milla akhirnya memutuskan untuk menyeberang langsung ke Real Madrid pada 1990.

Pria merupakan mantan pelatih Timnas Indonesia ini berposisi sebagai gelandang bertahan. Ia lima tahun membela Barcelona dan tujuh tahun memperkuat Real Madrid.

Bersama Barcelona, Luis Milla memenangi satu gelar La Liga, satu trofi Copa del Rey, dan juara Piala Winners. Sementara dengan kostum Los Blancos, Milla dua kali mengangkat trofi La Liga, sekali Copa del Rey, dan satu kali Supercopa de Espana.

Luis Figo
Nama Figo mungkin menjadi nama paling tenar yang pernah membela kedua klub. Pasalnya, Figo sama-sama membela Barcelona dan Real Madrid selama lima tahun.

Figo merupakan pujaan di Camp Nou sejak bergabung tahun 1995. Dia menyumbangkan tujuh gelar dan sukses mencetak 45 gol dari 249 laga.

Namun, tiba-tiba Figo pindah ke Madrid tahun 2000, sekaligus menjadikannya pemain termahal di dunia saat itu. Figo pun menjadi sasaran fans Blaugrana ketika laga El Clasico berlangsung di Camp Nou. Ia dilempari koin, bola golf, hingga kepala babi.

Luis Enrique
Luis Enrique saat ini pernah menjadi pelatih Barcelona. Namun, tahukah Anda, kalau dia ternyata pernah membela Real Madrid?

Ya, Enrique mengenakan seragam Real Madrid selama lima musim pada tahun 1991-1996. Namun, saat mengetahui kontraknya tidak akan diperpanjang, tanpa pikir panjang, dia malah berpaling ke Barcelona dengan status bebas transfer.

Di laga El Clasico, dia pernah mengemas gol untuk El Real, sementara empat gol untuk Barcelona. Kini ia menangani Timnas Spanyol.

Alfredo Di Stefano
Di Stefano memang selama ini dikenal sebagai legenda Madrid. Namun kenyataannya, dia pernah berkostum Barcelona dalam kariernya.

Hal ini bermula dari skandal transfernya dari Riverplate pada 1953. Kala itu, baik Barca maupun Madrid memang bernafsu memakai jasanya. Namun, Di Stefano akhirnya ke Madrid.

Akan tetapi, menurut kabar di beberapa media, pemain yang dijuluki Saeta Rubia itu lebih dahulu berseragam Barcelona dalam sebuah laga persahabatan. Namun memang, dia lebih dikenal sebagai legenda Madrid lantaran mempersembahkan lima gelar Piala Champions (Sekarang Liga Champions) secara berturut-turut bagi El Real di periode tahun 1950-an.

Bernd Schuster
Bernd Schuster menjadi pemain lain yang pernah membela Barcelona lalu pindah ke Real Madrid. Maklum, mantan pesepak bola asal Jerman ini merupakan salah satu pilar Barca di era 1980-an.

Sosok Schuster memang layak jadi idola. Dia sukses menyumbang delapan gelar bagi Blaugrana.

Namun, hubungannya dengan fans Barca memburuk saat ia pindah tahun 1988. Meski hanya menyumbang tiga gelar bagi Los Blancos, dua gelar di antaranya adalah gelar La Liga.

Michael Laudrup
Laudrup pernah jadi buah bibir kala meninggalkan Juventus dan berseragam Barcelona. Dia bahkan melengkapi skuat mewah pasukan Johan Cruyff bersama Ronald Koeman dan Hristo Stoichkov.

Bersama El Barca, dia berhasil mempersembahkan empat gelar La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Namun, yang lebih mengejutkan adalah dia memutuskan untuk cabut ke Real Madrid pada 1994 karena kesal dengan kedatangan Romario.

Mendadak sontak, musim itu dia langsung andil dalam keberhasilan El Real meraih juara La Liga. Meski hanya menyumbang satu gelar, Laudrup pernah mendapat gelar sebagai pemain asing terbaik Real Madrid dari media ternama Spanyol, Marca. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

6 Pengkhianat Terkenal di El Clasico Barcelona Vs Real Madrid, Salah Satunya Mantan Pelatih Timnas Indonesia
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top