Senin, 18 Januari 2021 |
Kesehatan - News Gallery

5 Jenis Gejala Turun Berok, Jangan Anggap Remeh Ya!

Selasa, 09 Okt 2018 | 00:03 WIB Dibaca: 1606 Pengunjung

Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Semua orang Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan penyakit hernia. Hernia atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut.

Meskipun umum terjadi di perut, tetapi hernia juga dapat terjadi di daerah pusar, paha atas dan selangkangan. Mereka mungkin telah timbul sejak lahir (kongenital) atau berkembang di kemudian hari berdasarkan gaya hidup.

Jika Anda telah mengetahui gejala hernia, maka pemeriksaan fisik wajib dilakukan untuk hernia inguinalis atau insisional. Dokter akan merasakan benjolan di perut Anda, dan jika itu adalah hernia hiatus, maka akan didiagnosis dengan barium x-ray atau endoskopi.

Kedua tes ini memungkinkan dokter Anda untuk melihat lokasi internal perut. Cara mengobati hernia adalah dengan cara operasi. Usia, batuk kronis dan kerusakan akibat operasi adalah penyebab kelemahan otot.

Faktor-faktor yang membebani tubuh Anda adalah mengangkat beban berat, sembelit, cairan di perut, batuk terus-menerus, dan pembedahan di area tersebut. Karenanya, Anda harus mawas diri dan waspada akan penyakit ini. Gejala paling umum dari hernia adalah benjolan di daerah yang terkena.

Gejala umum lainnya adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah yang terkena, kelemahan, atau perasaan berat di perut, sensasi terbakar atau sakit di daerah tersebut. Gejala lainnya adalah nyeri dada, kesulitan menelan, dan refluks asam.

Hernia juga memiliki berbagai macam jenis. Setiap jenis memiliki keunikan tersendiri.

1. Inguinal hernia

Ini adalah jenis hernia yang paling umum yang membentuk sekitar 70 persen dari semua hernia, menurut Pusat Hernia Inggris. Hernia inguinal terjadi ketika usus mendorong melalui titik lemah atau merobek dinding bawah perut.

Hernia jenis ini sering terjadi pada selangkangan Anda. Ini adalah tempat di mana tali spermatika lewat dari perut ke skrotum yang menahan testis.

2. Insisional hernia

Setelah Anda melakukan operasi perut, usus mungkin mendorong melalui bekas luka sayatan atau jaringan yang melemah, yang mengarah ke hernia insisional.

3. Hiatal hernia

Esophagus berpindah dari dada ke perut melalui lubang yang disebut hiatus. Ketika bagian perut Anda menonjol keluar melalui hiatus, itu disebut hernia hiatus. Hernia ini biasa terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun.

4. Hernia Femoralis

Ini terjadi ketika jaringan usus mendorong melalui dinding saluran femoralis. Hernia femoralis paling sering terjadi pada wanita hamil dan obesitas.

5. Hernia umbilikalis

Ini terjadi ketika sebagian usus kecil mendorong melalui otot perut. Seseorang dapat melihat tonjolan di pusar. Bagi orang yang mengalami hernia, maka akan menyebabkan ketegangan di otot yang lemah atau jaringan ikat serta kelemahan pada otot yang disebabkan oleh gangguan dalam siklus alami tubuh dari kerusakan dan perbaikan jaringan. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

5 Jenis Gejala Turun Berok, Jangan Anggap Remeh Ya!
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top