Jumat, 30 Oktober 2020 |
Olahraga - News Gallery

5 'Anak Ajaib' yang Layu Sebelum Berkembang

Kamis, 02 Feb 2017 | 05:55 WIB Dibaca: 863 Pengunjung

Nicklas Bendtner.*

[NEWSmedia] - Jauh sebelum Alen Halilovic atau Martin Odegaard, banyak pemain muda yang pernah menyandang status “anak ajaib.” Bahkan, beberapa dari mereka sudah menarik perhatian klub-klub besar saat usianya masih 14 atau 15 tahun.

Tapi, status anak ajaib yang disematkan kepada mereka tampaknya terlalu berat. Hingga akhirnya, mereka gagal berkembang dan berkarier di klub-klub medioker hingga semenjana.

Sebut saja Giuseppe Rossi. Dia sempat digadang-gadang sebagai salah satu bomber legendaris Italia.

Nyatanya, Rossi malah gagal berkembang. Penyebabnya, Rossi sering mengalami cedera parah di lutut.

Masih banyak pemain muda yang gagal bersinar. Berikut ini adalah tujuh pemain berstatus anak ajaib yang gagal berkembang versi viva, yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Steven Defour

Bagi Anda yang pernah main Football Manager, nama yang satu ini sempat menjadi pemain muda paling menjanjikan. Di masa mudanya, Defour digadang-gadang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dan diincar raksasa-raksasa Eropa macam Manchester United.
Yang terjadi, Defour malah gagal berkembang. Dia akhirnya berkelana ke klub yang kurang terkenal. Kini, Defour merumput bersama Burnley.

2. Sebastian Deisler

Salah satu aset terbaik Jerman. Deisler punya kemampuan yang sangat bagus dalam mengatur serangan dan melepaskan umpan.

Akurasi sepakannya juga di atas rata-rata. Kemampuannya dalam melepaskan sepakan bebas juga sangat bagus.

Deisler pun membela klub-klub papan atas Jerman macam Borussia Moenchengladbach dan Bayern Munich. Sayangnya, Deisler mengalami cedera lutut yang parah.
Akibat sering cedera, Deisler memutuskan pensiun dini, saat usianya masih 27 tahun.

3. Emiliano Insua

Liverpool punya harapan besar terhadap Insua. Dia diyakini bisa menjadi salah satu bek sayap paling bagus di Premier League.

Namun, Insua jarang mendapatkan kesempatan bermain. Akhirnya, perkembangan Insua terhambat. Dia harus berpindah-pindah klub yang statusnya medioker.

4. Giuseppe Rossi

Rossi digadang-gadang menjadi salah satu striker legendaris Italia. Gaya main dan kemampuannya dianggap setara dengan pemain macam Roberto Baggio dan Alessandro Del Piero.

Barcelona pun sempat menyatakan ketertarikan terhadap Rossi. Namun, Rossi sering mengalami cedera di lututnya.

Hingga akhirnya, kemampuan Rossi menurun. Rossi kini membela klub medioker La Liga, Celta Vigo.

5. Fredy Adu

Adu disebut sebagai talenta terbesar milik Amerika Serikat. Julukan 'The Next Pele' sempat melekat kepadanya.

Manchester United sempat ingin merekrut Adu saat usianya masih 14 tahun. Tak main-main, Adu ditawari gaji US$500 ribu per tahun. Angka yang begitu besar buat anak 14 tahun bukan?

Dua tahun kemudian, Adu sempat menjalani trial di MU. Dia lolos, tapi surat izin kerja tak keluar dan Adu gagal merumput di Premier League.

Adu pun merapat ke Real Salt Lake. Di sinilah kemampuan Adu menurun drastis. Banyak pihak meyakini, Adu tak bisa berkembang karena kurang bahagia.

Selanjutnya, Adu merantau ke Portugal. Dia bergabung ke Benfica. Di sini, Adu juga tak bisa meningkatkan kemampuannya. Hingga akhirnya, dipinjamkan ke berbagai klub.

Selama di Eropa, Adu dikenal sebagai pemain yang nakal dan tukang onar. Adu sempat menjadi disc jockey saat tak laku sebagai pemain. [viva]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

5 'Anak Ajaib' yang Layu Sebelum Berkembang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top