Minggu, 27 September 2020 |
News Room - Pemerintahan

2 Kabupaten di Banten Dilanda Kekeringan, BPBD Siap Keluarkan Dana Darurat

Selasa, 29 Agt 2017 | 14:36 WIB Dibaca: 841 Pengunjung

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Sumawijaya.*

SERANG, [NEWSmedia] - Dua kabupaten di Provinsi Banten yakni Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang dilanda kekeringan. Laporan kondisi tersebut sudah diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten.

Kepala BPBD Banten, Sumawijaya mengatakan, di Kabupaten Serang ada toga Kecamatan yang terkena dampak kekeringan, yaitu Kecamatan Tirtayasa, Kecamatan Pontang dan Kecamatan Lebak Wangi.

Sementara untuk di Kabupaten Pandeglang, kekeringan terjadi di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan CIkeusik, Kecamatan Patia, Kecamatan Munjul, Kecamatan Picung, Kecamatan Angsana, Kecamatan Sobang dan Kecamatan Sukaresmi.

"Dan tidak menutup kemungkinan ada kecamatan-kecamatan lain yang belum laporan ke kita," kata Sumawijaya ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (29/8/2017)

Ia menjelaskan, jika musim kemarau telah berlangsung selama tiga bulan, maka tidak menutup kemungkinan, kabupaten/ kota lain juga akan terkena dampaknya.
Sebagaimana prediksii BMKG, kata Sumawijaya, puncak kekeringan terjadi pada September sampai Desember.

"Kalau kemarau sudah pada puncaknya, jelas Kabupaten Lebak akan kena, Serang Utara dan Kota Serang termasuk, Kota Cilegon juga masuk, hampir semua wilayah kena. Kalau kemarau sudah di atas tiga bulan, pasti kena, apalagi daerah perkampungan yang belum tersentuh aliran PDAM," ujarnya.

Sumawijaya pun mendorong BPBD kabupaten/ kota untuk membuat surat keterangan darurat kekeringan untuk diajukan kepada Gubernur Banten, agar Pemerintah Provinsi Banten bisa melakukan antisipasimasukin penanganan.

"Kita sekarang mendorong BPBD kabupaten/kota membuat SK darurat kekeringan, diajukan ke gubernur, nanti gubernur akan membuat keputusan tentang darurat kekeringan, baru kita keluarkan dana tidak terduga (dana darurat), tapi untuk non pertanian, kalau pertanian ke Dinas Pertanian," terangnya.

Sumawijaya mengungkapkan, ada sebesar Rp35 miliar dana tak terduga (DTT) yang siap digunakan untuk kebutuhan antisipasi darurat kekeringan di wilayah Provinsi Banten.

"Kita hanya untuk suplai air saja, tidak pembuatan fisik. Kalau DTT yang tersimpan ada Rp35 miliar, nanti yang digunakan berapa, tergantung kebutuhan," tuturnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

2 Kabupaten di Banten Dilanda Kekeringan, BPBD Siap Keluarkan Dana Darurat
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top