Rabu, 18 Juli 2018 |
News Room - Internasional

16 Tahun Tak Kunjung Menang Lawan Taliban, Trump Frustrasi

Kamis, 03 Agt 2017 | 20:11 WIB Dibaca: 495 Pengunjung

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.*

WASHINGTON, [NEWSmedia] - Presiden AS Donald Trump menyatakan frustrasi atas perang di Afghanistan, Trump pun ingin memecat Jenderal Angkatan Darat John Nicholson sebagai komandan pasukan AS di Afghanistan.

Hal ini bermula dari tersendatnya penuntasan strategi AS di Asia Tengah yang sudah menghabiskan waktu 16 tahun melawan Taliban tanpa ada kemenangan berarti.

Akibatnya Trump meminta Menteri Pertahanan James Mattis dan Kepala Staf Gabungam Jenderal Marinir Joseph Dunford, agar memecat Jenderal John Nicholson, panglima pasukan AS di Afghanistan.

“Kita tidak menang,” kata dia kepada mereka seperti diucapkan lagi seorang pejabat yang meminta namanya tidak disebutkan.

"Kita kalah!" imbuh Trump seperti diberitakan media NBC News, Kamis (3/8/2017).

Menurut pejabat-pejabat AS, selama hampir dua jam dalam rapat di Gedung Putih tersebut, Trump mengeluhkan tentang sekutu-sekutu NATO dan berulang kali mengatakan agar Nicholson dipecat.

Dalam rapat itu juga penasihat strategis Trump, Steve Bannon, bersitegang dengan penasihat keamanan nasional Gedung Putih H.R. McMaster mengenai arah kebijakan AS.

Para pejabat yang mengikuti rapat itu terkejut oleh keluhan Trump yang menyebut militer telah membiarkan AS kalah perang.

Beberapa pejabat kini sedang berusaha meyakinkan Trump agar dia mau menerapkan strategis mereka.

Menurut salah satu sumber, ketika rapat berakhir dan kesimpulannya dirahasiakan, giliran penasihat Trump, Steve Bannon, dan McMaster terlibat adu mulut. Namun, sumber itu tidak merinci apa keduanya perdebatkan.

Sumber itu melanjutkan, para pejabat dan penasihat Trump terkejut mendengar niat Trump hendak mengalah dari Taliban. Namun, Trump berkeras kalau memang sebaiknya militer AS angkat kaki dari Afghanistan. Meski demikian, di awal 2017 Trump mengizinkan Mattis menambah jumlah pasukan AS ke Afghanistan dari empat ribu orang menjadi 8.400.

"Kita tidak memenangkan perang. Hanya penambahan pasukan yang baru disetujui," kata pejabat senior di Gedung Putih.

Sejak menjabat menjadi Presiden AS, konon Trump memang meragukan keberadaan pasukannya di Afghanistan. Penyebabnya, dia meminta imbalan bagian bisa melakukan eksplorasi mineral diperkirakan sebesar USD 1 triliun kepada pemerintah Afghanistan. Namun, pemerintah Afghanistan baru mau memberi jatah pengolahan mineral jika AS berhasil mengamankan seluruh negara dari Taliban. Hal itu butuh waktu bertahun-tahun dan membikin Trump berpikir ulang. Kabarnya, Iran juga sedang mengincar eksplorasi mineral di Afghanistan. Bahkan, China dikabarkan lebih dulu menjalin kerjasama itu, dan membuat Trump iri. [Psi/Mer/idr]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

16 Tahun Tak Kunjung Menang Lawan Taliban, Trump Frustrasi
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top