Kamis, 02 Juli 2020 |
News Room

15 TKI Ilegal Coba Masuk saat Malaysia 'Lockdown' Corona

Kamis, 09 Apr 2020 | 19:18 WIB Dibaca: 242 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Polisi menggagalkan usaha penyelundupan 15 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal ke Malaysia melalui Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Di sisi lain, aparat juga menangkap 56 TKI ilegal dari Malaysia yang masuk RI lewat Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto menyebut 15 warga Indonesia dan dua warga India diamankan dari kasus perdagangan orang itu, pada akhir pekan lalu. Malaysia sendiri sudah menetapkan karantina wilayah alias lockdown atau Movement Control Order (MCO) sejak 18 Maret.

"Jaringan ini menjadikan Pulau Rupat, Bengkalis sebagai tempat penyeberangan manusia ke Malaysia karena jaraknya lebih dekat, ditempuh 30 menit saja," kata dia, Rabu (8/4) dikutip dari Antara.

Pengungkapan kasus ini, lanjutnya, merupakan hasil pengembangan penyelidikan terkait tenggelamnya kapal speedboat membawa TKI ilegal dari Indonesia ke Malaysia, di Tanjung Medang, perairan Pulau Rupat, Bengkalis, akhir Januari. Insiden ini menewaskan 10 orang.

Sunarto mengatakan penangkapan itu dilakukan saat 17 orang korban perdagangan manusia itu telah berada di dalam kapal kecil fiber untuk bersiap berangkat ke Malaysia di Desa Sungai Cingam, Rupat, Bengkalis.

Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini merupakan jaringan internasional melibatkan warga India, Malaysia, dan Indonesia. Dalam aksinya, para pelaku membujuk calon korban dengan meyakinkan bisa memberangkatkan ke Malaysia secara resmi (legal) dan dipekerjakan dengan gaji besar.

Kenyataannya, mereka diberangkatkan lewat jalur ilegal melalui perairan Selat Morong, Pulau Rupat, Bengkalis. Perairan ini, kata Sunarto, sangat membahayakan karena terkenal dengan gelombang yang tidak bersahabat.

Dalam melakukan aksinya, kata Sunarto, jaringan ini mematok harga kepada dua warga India Rp8 juga hingga Rp10 juta per orang, dan Rp2,5 juta hingga Rp3 juta per orang untuk WNI.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Zain Dwi Nugroho menambahkan pelaku utama kasus ini adalah SP alias Pian. Ia bertugas menyediakan penampungan sementara bagi calon korban dan menyiapkan kapal.

Untuk mengungkap jaringan internasional itu, pihaknya harus melakukan penyamaran ke tengah laut untuk mengumpulkan data dan informasi.

"Pelaku yang menyeberangkan tenaga kerja ilegal tersebut diduga penduduk asli Pulau Rupat, bertempat tinggal di Pangkalan Buah, Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat. Pelaku menyelundupkan korban menggunakan speedboat kecepatan tinggi melalui Selat Morong menuju Malaysia," tutur Zain.

Sementara itu, aparat juga menangkap TKI ilegal dari Malaysia yang masuk Indonesia lewat dua tempat terpisah di Sumut.

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai-Asahan Letkol Laut (P) Dafris menyebut pihaknya mengamankan 36 orang TKI ilegal, yang terdiri dari 33 laki-laki dan 3 perempuan, di Sungai Nipah, Kualuh Ledong, Kabupaten Labura, Sumut, Rabu (8/4)

"Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah masuknya Covid-19 melalui TKI yang kembali dari luar negeri yakni Malaysia," kata dia, dalam keterangannya.

Menurut Daris, semua TKI tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi. Pihaknya pun memberlakukan prosedur Covid-19 setelah menurunkan para TKI di Kabupaten Labura.

"Kita tetap melakukan prosedur yang diberlakukan yakni pemeriksaan kesehatan termasuk pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan kepada TKI maupun barang bawaan serta berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Labora," jelas Danlanal.

Selain itu, penangkapan juga dilakukan terhadap 20 TKI ilegal lainnya oleh Tim Deteksi Gabungan di Pelabuhan Swasta/Tangkahan milik H Uli Buah, Kelurahan Keramat Kubah, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai, Sumut, Selasa (7/4) malam.

Tim ini terdiri dari Kesbangpol Sat Intelkam Polres Tanjungbalai, Unit Intel Kodim 0208 Asahan, Tim Intel Korem 022/PT, Tim Kesehatan RSUD Tengku Mansyur mengamankan 20 TKI ilegal dari Malaysia.

Para TKI tersebut selanjutnya dibawa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim kesehatan dr. Verawati dan staff.

"Saat tiba di tangkahan sipil, mereka langsung diamankan dan dievakuasi ke Gedung Karantina Sementara Pencegahan Covid-19," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (8/4).

Tatan menjelaskan TKI yang diamankan terdiri dari 18 laki-laki dan 2 wanita. Selesai pengecekan, para TKl ilegal diberikan arahan.

"Mereka masih dalam pemeriksaan apakah nantinya akan dikembalikan ke-rumah masing masing atau di karantina terdahulu. Mereka juga diminta agar baju yang dipakai saat ini dibuang dan jangan dipakai lagi untuk menghindari wabah Covid - 19," paparnya. [cnn]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

15 TKI Ilegal Coba Masuk saat Malaysia 'Lockdown' Corona
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top