Rabu, 19 September 2018 |
News Room - Pendidikan

13 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di Serang Ini Tuntut Kejelasan Status

Sabtu, 20 Mei 2017 | 07:38 WIB Dibaca: 905 Pengunjung

Sopianto (33), salah seorang guru honorer di SDN Gus Guntur, Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Jumat (19/5/2017)

SERANG [NEWSmedia] - Sejumlah guru honorer K-2 di Kabupaten Serang, mengeluhkan status mereka yang hingga saat ini belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Seperti yang dialami Sopianto (33), salah seorang guru honorer di SDN Gus Guntur, Desa Lempuyang, Kecamatan  Tanara, Kabupaten Serang ini mengaku sudah 13 tahun mengabdi sebagai guru honorer, namun belum juga ada kejelasan mengenai nasib kedepannya, sedangkan solusi yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Serang juga belum jelas.

“Saya telah mengabdi 13 tahun sebagai tenaga honor, namun belum juga diangkat menjadi pegawai negeri. Tapi saya heran yang baru baru justru ada yang langsung diangkat. Padahal, harusnya kan kita dulu atau yang lebih lama mengabdikan diri yang diangkat,” ujar Sopianto saat ditemui NEWSmedia di kediamannya di Kampung Kesabilan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Jum’at, (19/5/2017).

Pria yang memiliki satu anak itupun merasa kesal, lantaran sikap pemerintah yang kurang tegas dalam mengupayakan kesejahteraan tenaga guru honorer di Kabupaten Serang.

“Jelas kesal yah, kita ini seperti dianak tirikan oleh pemerintah. Jelas-jelas pengabdian kita sebagai guru honorer itu bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Tapi pemerintah saat ini sepertinya mengabaikan semua itu,” ucapnya.

Namun demikian, Sopianto yang sudah mengabdikan dirinya sebagai guru honorer menegaskan akan tetap bertahan hingga pemerintah betul-betul memperhatikan kesejahteraannya.

“Karena motivasi saya dari dulu buat jadi tenaga pendidik dan ingin memberikan yang terbaik bagi siswa siswi di SD tempat saya mengajar, saya tetap akan bertahan sampai ada kejelasan dari pemerintah untuk mensejahterakan guru honorer,” imbuhnya.

Selain masalah pengangkatan sebagai guru honorer, ia juga mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2017 para guru honorer di Kabupaten Serang dijanjikan akan mendapatkan bantuan dana insentif dari Pemerintah Kabupaten Serang sebesar 700ribu. Namun, hingga saat ini dana tersebut belum juga turun.

“Iya bilangnya awal tahun di bulan januari 2017 kemarin guru honorer akan dapat bantuan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Padahal yang saya tahu itu udah diketuk palu di DPRD,” katanya

Sopianto mengaku, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, ia berwirausaha dengan membuka konter pulsa kecil-kecilan.

“Kalau untuk memenuhi kebutuhan rumahm saya ada sampingan buka konter, kalo engga begitu kan susah. Karena jujur saja kalau ngandelin dari gaji yang tiap tiga bulan sekali turun itu enggak bakalan cukup untuk menghidupi anak dan istri saya,” katanya.

Ia berharap, Pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Serang lebih peka terhadap masalah yang dialami oleh para guru guru honorer.

“Ini untuk pemerintah kalo bisa lebih peka, berikan perhatian lebih untuk kita para guru honorer. Karena bagaimanapun juga kita semua (guru honorer) ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa,” harapnya. [Ifal]

Penulis: Syahrifal
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

13 Tahun Mengabdi, Guru Honorer di Serang Ini Tuntut Kejelasan Status
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top