Minggu, 18 Agustus 2019 |
News Room

10 Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Hilang

Senin, 26 Feb 2018 | 12:27 WIB Dibaca: 608 Pengunjung

Kepala TNUK, Mamat Rahmat. (Dok: NEWSmedia).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Sepuluh Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dinyatakan hilang dari pantauan. Selama tahun 2017, tim monitoring TNUK hanya mendapati pergerakan 57 Badak Jawa. Padahal sebelumnya, tercatat ada 67 populasi Badak Jawa yang terekam di TNUK.

Kepala Balai TNUK, Mamat Rahmat memprediksi, 10 individu hewan bernama latin Rhinoceros Sondaicus Desmarest itu tidak terekam oleh video trap, lantaran berpindah jalur sehingga berada di luar jangkauan pengamatan kamera. 

"Kesepuluh Badak Jawa yang tidak terekam itu atas nama Kasih, Wira, Ratu, Satria, Srikandi, Sari, Tiara, Rimbani, Melati, Ratih," kata Mamat dalam acara Press Release Hasil Monitoring Populasi Badak Jawa Tahun 2017 di TNUK, di salah satu rumah makan di Kabupaten Pandeglang," Senin (26/2/2018).*

Mamat mengungkapkan, selama proses perekaman sejak Januari hingga Desember 2017, diperoleh sebanyak 36.797 klip video yang terdiri atas 736 klip video Badak Jawa, 9.488 klip satwa lain yang terpantau ada 23 jenis.

"Sedangkan sisanya sebanyak 26.573 klip video non satwa. Dan dari hasil identifikasi itu, yang terekam kamera video trap hanyak sebanyak 57 individu," ungkapnya.

Mamat menjelaskan, sejak pemasangan video trap ditahun 2011, angka populasi Badak Jawa yang terekam terus meningkat. Indentifikasi yang direkam tahun 2012, terdata sebanyak 51 individu Badak Jawa. Hingga tahun 2016, angkanya bertambah menjadi 67 individu.

"Komposisi jenis kelaminnya 37 individu jantan dan 30 individu betina. Serta kelas umur anak sebanyak 13 individu dan remaja-dewasa 54 individu. Sedangkan hasil pemantauan lapangan tim monitoring tahun 2017, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kematian Badak Jawa," terangnya.

Mamat juga menegaskan, dari 100 kamera video trap yang terpasang, hanya 50 persen yang aktif dan masih bagus, sementara sisanya rusak, sehingga berpengaruh terhadap hasil clip video Badak Jawa. 

"Tetapi dengan masih ditemukannya clip-clip video anak Badak Jawa dalam jumlah yang relatif besar, menunjukkan bahwa populasi hewan yang hanya hidup di TNUK itu masih mengalami perkembangbiakan alami dengan baik. Sehingga memberi harapan besar bagi keberlangsungan hidup satwa langka tersebut," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

10 Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Hilang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top